Dicintai, Disayangi, Dikasihi Allah

Gimana rasanya? MasyaAllah! Segalanya dilancarkan, dimudahkan, diberi pertolongan.

Diawasi, dilindungi, dijaga dari yang tidak baik.

Diingatkan, ditunjukkan langsung dengan kasih sayang.

Diberi kesehatan, kekuatan, fisik yang sempurna, akal yang cemerlang, selalu berfikir positif.

Diberi bisa sabar, bisa mengambil hikmah sebanyak-banyaknya, hidup tenang, tentram damai sejahtera barokah.

Allah maha pengasih, maha penyayang.

Always blessed for everything you have and everything you loss of (Endah, 2019)

Iklan

Sosok Ibu

https://www.google.co.id/amp/s/m.jpnn.com/amp/news/tingkat-pendidikan-ibu-berpengaruh-kuat-pada-perkembangan-anak

kriteria Sosok ibu yang baik? Shalehah, berhati sabar. Perduli, pengertian. Berpendidikan tinggi, bekerja, dan ahli memasak.

Semua beriringan, disamping berpendidikan tinggi, tak lepas dari tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga, mengurus anak, mendidik anak tobe brilliant dan memanage rumah tangga. Ilmunya selalu update, Pekerjaan lancar.

Inspired:

https://instagram.com/dewi.n.aisyah?igshid=1l1nn49sjmqar

Ignored

Titik kebencian seseorang adalah menolak. Sudah tidak perduli lagi. Berawal dari diacuhkan, diremehkan, tanpa penjelasan, muncullah rasa benci. So yang mengacuhkan, meremehkan, tanpa penjelasan akhirnya menyesal. Pun menjelaskan, no action.

Kalau teman menganggap saudara, kakak, orang tua seharusnya perduli dong, menjaga perasaannya.

Hati-hati dalam bergaul, semua harus dikomunikasikan, tidak tiba-tiba pergi. Pun yang diacuhkan, diremehkan tanpa penjelasan supaya belajar, dan memaafkan. Sadar diri bahwa kamu bukan prioritas.

Berharap pada Allah

Berharap pada Allah seperti belajar menjadi guru. Bukan sekedar mengajar tapi juga mendidik.

Tidak disenangi? Sementara guru yang tidak disiplin disenangi murid.

Khawatir? Akhirnya ingin merubah cara mengajar tidak disiplin? Berharaplah pada Allah, biarkan semua tidak menyenangi, biarkan berjalan dengan semestinya.

Biarkan disenangi dengan alami, tanpa dibuat-buat. Itu lebih baik.

Arwah yang baik akan mengikuti yang baik. And the ending? Murid menyenangi.

Begitulah berharap kepada Allah, tidak pernah mengecewakan.

Curhat?

Sebenarnya gak enak banget mengomentari orang, milih keep silent aja, but terpaksa harus berkomentar atas permintaanya.

Makin usia, makin ingin banyak diamnya daripada speak up. Enjih2 aja kalau dibilangin selagi itu untuk kebaikan. Karena ngebayangin coba saya di posisinya. Hiks…

Tahan.. Tahan.. sudah diam, jangan pancing saya untuk speak up!

Lebih ke introspeksi diri, membenahi diri, diri ini sudah benar belum, masih banyak yang harus dibenahi, mulai dari kedisiplinan waktu, management waktu, ibadah sudah baik belum, sudah lancar belum. Menjaga kesehatan mental, hati, batin dan fisik.

But dikala saya banyak diam, kok banyak sekali yang mendekati saya untuk curhat. Kamu dipercaya Allah menjadi pendengar yang baik? MasyaAllah, beri hamba kesabaran.

Banyak belajar dari mereka, baik yang sudah berkeluarga maupun yang belum. Saya amat sangat membutuhkan nasehat, dan perantara cerita kalian sudah menampar dan menjadi nasehat untuk saya 😭

Hari ini total yang curhat ada 3 sahabat, dulu cita-cita ingin jadi psikologi, skripsi sastra arab ambil judul psikologi keimanan wanita dalam sebuah cerpen arab, masyaAllah. Semoga Allah paring hati seluas samudra barokah Aamiin.

Kalau sahabat-sahabat banyak yang curhat ke saya, boleh ya saya curhat ke tulisan random ini :”)

Life. Experience. Learn

Konsisten. Bertahan

Ada yang instan mengetahui hasil.

Ada yang gegabah dalam berproses.

Ada yang egois dalam bertindak.

Konsistenlah. Bertahanlah.

Maka,

Sabar dalam mengetahui hasil

Hati-hati dalam berproses

Bijaksana dalam bertindak

Hidup stabil, konstan dan terarah.

Tidak apa-apa gaduh, gegabah, labil, galau, egois.

Buah dari tidak bertahan, tidak konsisten, dan tidak sabar.

Let it flow :”)